KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Emiten transportasi jasa batubara PT Batulicin Nusantara Maritim Tbk (BESS) menargetkan kinerja di tahun 2020 bisa meningkat bila dibandingkan tahun lalu. Emiten ini menargetkan pendapatan tahun ini bisa naik sekitar 5%-10% dan disertai kenaikan laba sekitar 5% dari kinerja tahun lalu.

Direktur dan Sekretaris Perusahaan PT Batulicin Nusantara Maritim Tbk  Yuliana mengatakan kondisi pasar batubara tahun lalu cukup tertekan sehingga berdampak pada kinerja perusahaan yang turun meski masih sesuai dengan target. Meski tak melakukan penjualan batubara, kinerja Batulicin Nusantara Maritim ini terdampak dari produksi batubara pelanggan.

Tahun ini dengan perkembangan virus corona yang mulai bisa ditangani, Yuliana optimistis perusahaannya bisa mencapai target.

“Batubara agak sedikit fluktuatif, tetapi selama beberapa bulan di 2020 ini kita masih bisa achieve dengan efisiensi. Sehingga kita tidak mengalami gejolak yang terlalu,” jelas Yuliana di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (9/3).

Efisiensi yang dilakukan emiten ini tercermin dari penggunaan dana hasil penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO).

Dari keseluruhan dana, sebanyak Rp 10,02 miliar digunakan untuk membayar sebagian utang kepada PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Selatan terkait pembelian kapal baru. Dengan pembayaran tersebut diharapkan menurunkan biaya bunga dan mengurangi pokok cicilan.

Adapun saldo utang kepada Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Selatan sebanyak Rp 30,9 miliar dengan tenor 5 tahun dan suku bunga 12,5%. Setelah melakukan pembayaran sebagian utang, saldo utang tersisa sebesar Rp 20,88 miliar.

Lalu sebanyak Rp 11,28 miliar atau setara 15,35% dari dana perolehan IPO digunakan untuk membeli tiga set unit kapal baru 330 feet jumbo (tongkang) dengan kapasitas 9.000 ton.

Dana hasil IPO untuk membeli kapal ini hanya sebagian kebutuhan dari dana belanja modal alias capital expenditure (capex) yang sebesar Rp 135 miliar.

Keseluruhan anggaran belanja modal tersebut digunakan Batulicin Nusantara Maritim untuk membeli kapal baru. “Jadi tiga kapal baru ini replacement (menggantikan) kapal sewa,” imbuh Yuliana.

Selain itu, dana hasil IPO sebanyak Rp 17,63 miliar digunakan juga untuk membayar utang tanpa bunga kepada PT Batulicin Enam Sembilan Transportasi yang digunakan untuk pembelian kapal. Lalu sekitar 45,15% dana IPO sisanya digunakan sebagai modal kerja untuk pembayaran utang ke suplier, pembayaran bunga pinjaman dan perawatan kapal.

Komisaris Utama Vatulicin Nusantara Maritim Herman Simanjorang menambahkan perusahaannya memiliki 15 kapal tongkang dan satu kapal landing craft tank (LCT).

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *