PT Batulicin Nusantara Maritim – Batu bara adalah harta alam yang sering dipergunakan oleh manusia khususnya dipakai sebagai bahan bakar. Sayangnya, keberadaan batu bara mulai menipis dan batu bara merupakan jenis alam yang tidak bisa diperbaharui jadi perlu menghemat penggunaannya. Berikut adalah 4 cara menghemat batu bara yang sesuai aturan.

Pergunakan Secukupnya

Batu bara digunakan sebagai pembangkit listrik. Kamu pasti tahu listrik sangat diperlukan di setiap harinya. Di rumah perlu listrik, di kantor perlu listrik, di sekolah perlu listrik bahkan di tempat umum seperti tempat ibadah pun listrik diperlukan. Cara penghematan yang pertama adalah pergunakan listrik secukupnya. Jika sedang tidak menonton tv, maka bisa langsung matikan saja tv nya. Membiasakan juga menggunakan listrik tidak sekaligus secara bersamaan misalnya jangan menggunakan tv, radio dan cas hp secara bersamaan. Meski bergerak di bidang batu bara, PT Batulicim Nusantara Maritim menganjurkan masyarakat mulai membiasakan menghemat listrik karena berpengaruh terhadap lingkungan di masa depan.

Beralih Ke Peralatan atau Bahan Hemat Energi

Cara menghemat batu bara yang kedua yaitu bisa menggunakan peralatan lain yang lebih hemat energy sehingga penggunaan batu bara lebih efektif dan efisien. Contoh peralatan yang bisa kamu gunakan dalam rangka menghemat listrik :

  • Menyalakan lampu menggunakan panel surya
  • Kendaraan ramah lingkungan yang menggunakan panel surya
  • Penggunaan kipas angina bisa menggunakan kipas tangan saja jika hanya untuk penggunaan pribadi.
Mendesain atau Memilih Desain Bangunan Hemat Energi

Cara yang terakhir yaitu memilih desain dengan bangunan hemat energy. Cara ini digunakan sebagai penghematan listrik terkait penggunaan lampu. Pilihlah desain bangunan yang memiliki fentilasi atau jendela yang cukup agar sinar matahari bisa masuk sehingga di siang hari tidak perlu menggunakan listrik untuk menyalakan lampu.

Itulah 3 cara menghemat batu bara yang sesuai aturan dan mudah dilakukan. Yuk, mulai sekarang langsung diterapkan di kehidupan sehari-hari agar lingkungan juga tetap terjaga hingga kemudian hari dan bisa dirasakan oleh anak, cucu kita nanti.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *